Di Indonesia, Masyarakat selalu dibagi menjadi 2 golongan yaitu menengah keatas dan menengah kebawah. Dan aku akan membahas masyarakat kelas menengah ini sesuai apa yang aku lihat di sebagian kecil kelas menengah di Jogja dan Jakarta.
Tengah itu adalah diantara yang baik dan buruk, diantara yang jelek dan bagus, dan diantara kaya dan miskin. Masyarakat kelas menengah tidak bisa dikatagorikan miskin dan tidak bisa dikategorikan kaya. Mungkin ini yang membuat masyarakat dilema kelas menengah apalagi jika mereka mempunyai banyak anak. Walau dikalangan masyarakat awan dia punya gaji yang cukup besar dan berstatus sebagai pegawai negeri sipil.
Suatu malam di KLR aku tidak sengaja bertemu dengan seorang ibu yang bekerja sebagai petugas kebersihan di KRL Jakarta. Aku sedang dalam perjalanan menuju Pasar Senen untuk kembali ke Jogja. Berawal dari basa basi akhirnya kita saling bercerita.
R : "Kok malam-malam masi kerja bu?"
I : "Cari uang itu enggak kenal waktu mbak. Namanya juga buat anak."
R : "Oh... Jadi Ibu dari pagi sampai malam kerja terus bu?
I : "Enggak dong. Tadi ibu sudah pulang jam 2an tetapi ada panggilan buat lembur. Emang ibu yang minta mbak. Anak-anak lagi banyak kebutuhan. Anak saya 2 kuliah semua, gaji bapaknya enggak cukup buat mereka kuliah walaupu dia PNS. Ada 1 anak ibu juga di pondok pesantren."
R : "Waduh manteb banget bu. Duit semua itu.. Hhahaha. Bukannya kalo di pondok lebih hemat ya bu?"
I : "Walau dapet makan khan tapi makanannya itu-itu aja mbak. Pasti bosen. Saya juga harus ngasi uang jajan ke anak saya yang di pondok. Malah jadi dobel khan mbak bayarnya?"
R : "Iya ya bu? Tapi ibu hebat ya bisa nyekolahin anak-anak ibu sampe kuliah."
I : "Ya ibu enggak mau anak-anak ibu cuma lulus SMA. Ada satu anak ibu yang udah sarjana dan sekarang jadi guru. Tapi tahu sendiri gaji guru berapa. Belum bisa bantu adik-adiknya sekolah"
R : "*speecelesh* Kalo perjuang demi anak tuh berkah bu. Semoga rejeki lancar bu."
I : "Iya mbak terimakasih. Kalo anak-anak ibu udah selesai sekolah semua saya mau nabung untuk beli mobil dan naik haji. Dulu ibu sudah nabung buat naik haji tapi anak-anak mau kuliah ya udah duitnya buat anak kuliah dulu."
R : "Betul bu anak emang prioritas utama. Eh saya udah sampe bu. Makasi ya bu!"
Akhirnya saya turun kereta dan menuju kereta Progo. Kemudian saya berpikir ternyata orang-orang yang dibilang mampu ternyata tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang kuliah apalagi ada lebih dari 2 anak yang kuliah secara bersamaan sehingga seorang ibu juga harus turun tangan untuk menyambung hidup.
Ya itulah perjuangan seorang ibu untuk menyekolahkan anaknya demi masa depan yang cerah. Dan itulah perjuangan seorang Manusia Kelas Tanggung.
Salam!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar