Selasa, 17 September 2013

Pantai apa Gunung?

Tiba-tiba ada hasrat untuk nulis. Entah tulisan ini bakal berantakan atau bisa terangkai dengan baik :D

Kalo kalian disuruh milih mending ke pantai apa ke gunung?

Kalo aku sih milih ke pantai soalnya enggak capek jalan! Walaupun aq pecinta alam sih. Tapi semakin menuanya umur maka luntur juga kesukaanku naik gunung. Ngos-ngosan cuy! Mana badan ini udah bengkak. Kasian kakiku yang menumpu badanku ini.

Mejeng di basecamp Ranupani, Gunung Semeru

Bicara pantai jadi inget perjalanku menuju pantai-pantai di sekitaran Jawa. Walau pantai itu ya gitu-gitu aja. Pasir putih dan berombak *ya iyalah* Sebenarnya pantai di wonosari ada buanyak banget dan blum semua aq sambangi. Kalo aku entah kenapa kalo menulusuri jogja malah ndak ada greget, ndak kaya kalo aku lagi di Bali. Kayaknya aq malah banyak mengunjungi pantai di Bali dibanding di Wonosari :D

Pantai di Wonosari yang menurtku bagus itu pantai Ndrini. Ada 2 sisi pantai yang dibatasi oleh bukit. Jadi ada area dimana air sangat tenang dan kita bisa mandi dan bermain air dengan aman. Disisi lain ya berombak seperti biasa. Dulu waktu ke Ndrini ndak main air soalnya barang-barang ndak ada yang jaga -_- Selain Ndiri aku juga terkesan sama pantai Watu Kodok. Pantai ini ada di sederetan pantai Ndrini, Sepanjang, Kukup, dll. Pantai ini relatif lebih sepi dibanding dengan pantai-pantai lain di sepanjang garis pantai itu. Itu yang membuatku betah dipantai ini. Serasa pantai pribadi B-) Kalo di nusa dua khan kita harus sewa hotel supaya bisa menikmati pantai pribadi, nah kalo di Watu Kodok free! Namanya juga mental mahasiswa ndak mau bayar mahal. Hahahaha.

Sisi pantai Ndiri yang aman untuk anak-anak bermain

Kalau pantai di Bali yang aku sukai ada 2 yaitu Pantai Suluban dan Pantal Balangan. Yang aku suka dari pantai Sulubah adalah pantainya serasa ada dibawah bukit. Jadi kita harus menuruni tangga dan karang sebelum sampai bibir pantai. Kalau ndak bisa renang jangan main air disini karena sekalinya keseret ombak udah lepas pantai men! Karena aku bisa renang ya aq main-mainlah bersama ombak lautan :D Kalau untuk pantai Balangan pantainya bersih banget! Enggak tahu ya kondisi sekarang kayak gimana. Waktu kesana tahun 2011 isi pantainya cuma bule doang -_- wisatawan lokal cuma ada aku dan teman-temanku. Cupunya kita kesana pakai pakaian panjang dan krukupan jaket! Padahal bule-bulenya hampir telanjang biar kulitnya terbakar, sampai ada bule yang ngeliatin kita terus karena kita pakai pakaian panjang! Hahaha!

 Geng cupu di pantai Balangan :*

 Sepanjang garis pantai Balangan

Suluban Beach B-)

Dan saya kangen main ke pantai lagi!!!!!!

Senin, 16 September 2013

Impian

Apasih impian kamu?

Kalo aku sih pengen keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kalo bisa aku bisa melakukan perjalanan island hopping ke seluruh pulau di Indonesia! Tapi itu enggak mungkin banget. Hahaha!

Yang jelas aku bakal menyisihkan uangku untuk menikmati kekayaan alam Indonesia. Titik!!!

 Merapi View from Merbabu Mountain, Indonesia

TS lagi berjemur di Pantai Siung, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia

Salam!

Sabtu, 14 September 2013

Passion

Follow your passion!

Kata-kata itu yang sering dilontarkan para motivator di media sosial maupun di televisi. Kalau menurut teman-teman passion tuh apaan sih? Kalo menurutku ya keinginan kita yang terdalam. Kita bisa mewujudkan passion dalam suatu kegiatan yang amat kita suka. Mungkin kita bisa lupa waktu melaksanakan kegiatan tersebut tanpa rasa lelah.

Sering kali pertanyaan "Apa kamu kuliah sesuai passion kamu?" terlontar dan aku tidak bisa berkata apapun. Teman-teman bisa menyimpulkan bahwa aku tidak kuliah sesuai passion. Hahaha! Bisa dibilang seperti itu tetapi sampai sekarangpun aku belum menemukan passion aku. Masi ngambang-ngambang kayak ikan di kali :D Sebenarnya ada banyak sekali hal-hal yang ingin aku lakukan untuk menemukan apa passionku yang sebenarnya.

Apakah kalian sudah benar-benar menemukan passion kalian dalam menjalani hidup ini?

Petrochina Tuban Field

Salam!!

Senin, 09 September 2013

Manusia Kelas Tanggung

Di Indonesia, Masyarakat selalu dibagi menjadi 2 golongan yaitu menengah keatas dan menengah kebawah. Dan aku akan membahas masyarakat kelas menengah ini sesuai apa yang aku lihat di sebagian kecil kelas menengah di Jogja dan Jakarta.

Tengah itu adalah diantara yang baik dan buruk, diantara yang jelek dan bagus, dan diantara kaya dan miskin. Masyarakat kelas menengah tidak bisa dikatagorikan miskin dan tidak bisa dikategorikan kaya. Mungkin ini yang membuat masyarakat dilema kelas menengah apalagi jika mereka mempunyai banyak anak. Walau dikalangan masyarakat awan dia punya gaji yang cukup besar dan berstatus sebagai pegawai negeri sipil.

Suatu malam di KLR aku tidak sengaja bertemu dengan seorang ibu yang bekerja sebagai petugas kebersihan di KRL Jakarta. Aku sedang dalam perjalanan menuju Pasar Senen untuk kembali ke Jogja. Berawal dari basa basi akhirnya kita saling bercerita.

R : "Kok malam-malam masi kerja bu?"
I  : "Cari uang itu enggak kenal waktu mbak. Namanya juga buat anak."
R : "Oh... Jadi Ibu dari pagi sampai malam kerja terus bu?
I  : "Enggak dong. Tadi ibu sudah pulang jam 2an tetapi ada panggilan buat lembur. Emang ibu yang minta mbak. Anak-anak lagi banyak kebutuhan. Anak saya 2 kuliah semua, gaji bapaknya enggak cukup buat mereka kuliah walaupu dia PNS. Ada 1 anak ibu juga di pondok pesantren."
R : "Waduh manteb banget bu. Duit semua itu.. Hhahaha. Bukannya kalo di pondok lebih hemat ya bu?"
I  : "Walau dapet makan khan tapi makanannya itu-itu aja mbak. Pasti bosen. Saya juga harus ngasi uang jajan ke anak saya yang di pondok. Malah jadi dobel khan mbak bayarnya?"
R : "Iya ya bu? Tapi ibu hebat ya bisa nyekolahin anak-anak ibu sampe kuliah."
I  : "Ya ibu enggak mau anak-anak ibu cuma lulus SMA. Ada satu anak ibu yang udah sarjana dan sekarang jadi guru. Tapi tahu sendiri gaji guru berapa. Belum bisa bantu adik-adiknya sekolah"
R : "*speecelesh* Kalo perjuang demi anak tuh berkah bu. Semoga rejeki lancar bu."
I  : "Iya mbak terimakasih. Kalo anak-anak ibu udah selesai sekolah semua saya mau nabung untuk beli mobil dan naik haji. Dulu ibu sudah nabung buat naik haji tapi anak-anak mau kuliah ya udah duitnya buat anak kuliah dulu."
R : "Betul bu anak emang prioritas utama. Eh saya udah sampe bu. Makasi ya bu!"

Akhirnya saya turun kereta dan menuju kereta Progo. Kemudian saya berpikir ternyata orang-orang yang dibilang mampu ternyata tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang kuliah apalagi ada lebih dari 2 anak yang kuliah secara bersamaan sehingga seorang ibu juga harus turun tangan untuk menyambung hidup.

Ya itulah perjuangan seorang ibu untuk menyekolahkan anaknya demi masa depan yang cerah. Dan itulah perjuangan seorang Manusia Kelas Tanggung.

Salam!